PERALIHAN HARTA ORANG TUA ASUH KEPADA ANAK ASUH (Studi Dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Supat Timur Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin)

  • Pardiansyah Desi Anisah Muhammad Hairul Politeknik Darussalam
Keywords: Hukum Islam, Peralihan Harta, Anak Asuh, Orang tua asuh, Harta Warisan Anak Asuh

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peralihan harta orang tua asuh kepada anak asuh dengan studi dalam perspektif Hukum Islam di desa Supat Timur Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya beberapa keluarga yang melakukan pewarisan dengan memberikan seluruh harta warisannya kepada anak asuh. Permasalahan yang diangkat adalah apakah alasan harta orang tua asuh di desa Supat Timur Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin beralih secara keseluruhan kepada anak asuhnya dan apakah terjadi konflik atau kendala dan bagaimana cara menyelesaikannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Dari hasil analisis yang dilakukan maka diketahui bahwa masing-masing keluarga memiliki alasan melakukan pengasuhan, antara lain untuk melanjutkan keturunan, pemeliharaan anak dan melanjutkan harta warisan. Dengan tujuan yaitu, untuk memeperkuat pertalian saudara dengan orang tua asuh, menjadikan anak pancingan, sebagai teman anak kandung, untuk mendapat tenaga kerja di rumah, serta belas kasihan dengan anak tersebut. Oleh karena itu orang tua asuh beranggapan bahwa harta yang mereka miliki dapat diberikan kepada siapa saja sesuai kehendak mereka, berapapun jumlahnya. Kendala dalam peralihan tersebut adanya rasa iri dan benci antara anak kandung, keponakan, maupun saudara kandung dengan anak asuh yang merupakan orang yang lebih berhak untuk mendapatkan harta warisan dari orang tua asuhnya yang dilakukan untuk menghindari adanya konflik yaitu dengan musyawarah, maupun melibatkan pihak ketiga sebagai penengah, melakukan penyelesaian sengketa ke pengadilan, dan mengadakan sosialisasi hukum di desa timur. Saran dari penulis agar ahli hukum memperbanyak sosialisasi di desa-desa tentang hukum waris, bagi orang tua asuh untuk lebih memperhitungkan kembali apabila akan memberikan warisan kepada anak asuhnya, bagi anak asuh seharusnya mengetahui bagian yang seharusnya menjadi haknya, bagi masyarakat pada umumnya untuk dapat mengambil pelajaran tentang hal waris-mewaris agartidak menimbulkan konflik.

References

Aminuddin, A., & Ardiansyah, A. (2021). Alasan harta kepemilikan orang tua terbagi di awal sebelum adanya kematian. Jurnal Qisthosia : Jurnal Syariah dan Hukum, 2(1), 17.
Asnawi, H. S. (2012). Hak Asasi Manusia Islam Dan Barat: Studi Kritik Hukum Pidana Islam Dan Hukuman Mati. SUPREMASI HUKUM: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 1(1). https://doi.org/10.14421/sh.v1i1.1888
Baalati, D. (2013). Prosedur dan penetapan anak angkat di indonesia1 Oleh: Dessy Balaati2. Lex Privatum, 1(1), 8.
Fitrotunnisa, & Mahfudin, A. (2019). Hak Asuh Anak Jatuh Kepada Bapak Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 123.
Ibrahim, J. (2008). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif (1st ed.). Bayumedia Publishing.
Islami, I., & Sahara, A. (2019). Legalitas penguasaan hak asuh anak dibawah umur (hadhanah) kepada bapak pasca perceraian. adil: Jurnal Hukum, 10(1). https://doi.org/10.33476/ajl.v10i1.1070
Pratiwi, F. A. (2013). Peralihan harta orang tua asuh kepada anak asuh. Universitas Brawijaya, 3(2), 16.
Wignjodipoero, S. (2017). Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat (4th ed.). Haji Mas Agung.

UNDANG-UNDANG

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, R. Soebekti dan R.Tjitrosudibio, Cet.34, Pradnya Paramitha, Jakarta, 2004.
Undang-Undang Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Yogyakarta: Pena Pustaka.
Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Published
2022-02-05